Bagaimana ingin mencapai moksha jika hidup masih dikendalikan oleh ego, marwah dan keberadaan jati diri?
Alam rahim adalah fase kelengkapan eksistensi dan bukan singularitas. Manusia dilahirkan karena sudah tidak lagi lengkap. Singkatnya manusia lahir artinya dibuang.
Itulah sebabnya mengapa manusia berlomba lomba melacur untuk mengukuhkan eksistensinya. berperang untuk melindungi marwah, bersenjatakan ego, untuk mencapai kelengkapan jati diri.
Sungguh tidaklah mereka sadari bahwa hidup hanyalah sekumpulan kesia-siaan, namun mereka tidak terima keadaan sehingga mengembangbiakkan kebodohan demi segelintir kealuan dan pengakuan.
Lalu lahirlah idealisme perihan hidup adalah perjuangan untuk bertahan dalam topeng kepura-puraan, namun mereka bertahan. Sesungguhnya keberadaan manusia adalah wabah entah untuk lingkungannya atau untuk dirinya sendiri, tidak ada jalan untuk menyelamatkan diri, kecuali bunuh diri.
Namun tetap, kematian bukan jawaban.
Komentar
Posting Komentar