Gue sendiri gak selalu bisa berpikir kritis, makanya gue interest banget buat bisa berpikir kritis, karena kita akan selalu disuguhi tentang isu-isu atau masalah-masalah gitu kan? ada yang gampang, ada yang susah. Dan ada banyak dari isu-isu tersebut yang gak bisa kita hadapi dengan cara berpikir yang binary, karena seringkali isu atau masalah tersebut banyak grey area-nya, bahasa kerennya sih 'its not as easy as black and white' maka dari itu dibutuhin skill biar kita bisa membuat kebutusan yang matang dan bijak.
Berpikir kritis ini gak hanya digunain saat lo lagi sekolah, kuliah ataupun kerja, tapi juga buat kehidupan sehari-hari. Tapi nih ya sepengalaman gue, seringkali lingkungan kita tuh gak mendukung kita menjadi kritis. Karena kan salah satu kunci dari berpikir kritis kita harus bertanya, harus punya curiosity yang tinggi, sehingga muncul pertanyaan-pertanyaan tersebut. Supaya kita bisa enlighten gitu kan? yang tadinya gak ngerti jadi ngerti, yang jadinya gak tau jadi tau.
Cuma, seringkali ketika ada seseorang yang terlalu banyak pertanyaaan, dan rasa keingin tahuannya terlalu tinggi dianggapnya tuh agak negatif. Gak tau kenapa, gue pun kadang juga gitu kalo ketemu orang yang terlalu banyak nanya, kayak "apaan sih lo ribet banget?". Selain dianggap ribet, juga dianggapnya tuh sok tau lah, atau sok pinter, padahalkan kalo kita pikir lagi, orang yang bertanya itu orang yang gatau gitu, orang yang gak pinter. Karena dia tidak pintar, makanya dia pengen tau/pengen pinter dengan cara nanya.
Terus nih misalnya kita nanya ke orang yang lebih tua, seringkali kita dianggapnya ngeyel. Misalnya kita tanya soal agama gitu, agama kan sesuatu yang bener-bener dipegang banget sama kebanyakan orang kita ya. Sering dianggapnya kayak "kenapa sih lo mempertanyakan itu? udahlah jalanin aja" gitu. Terlihatnya seakan-akan akidah kita rendah, seakan-akan keimanan kita gak kuat gitu. Padahal sebenernyakan kritis terhadap agama itu bukan berarti kita tidak beriman, gitu kan?? kita pengen menambah keimanan kita dengan cara kita ลyari tau lebih nih tentang agama kita. Makanya kรฎta punya pertanyaan itu. Supaya kita lebih percaya sama agama kita. Intinya, akhirnya banyak dari kita yang punya Inherited Opinion, maksudnya kita mempercayai sesuatu karena orang lain ngasih tau kita. Akhirnya kita melakukan sesuatu itu tanpa tau sebenarnya krnapa kita melakukan hal ini dasarnya apa? tujuannya apa? berguna gak buat kita?
dan sebagai orang yang cukup indivualist, gue meng-encourage diri gue biar bisa mandiri dalam berpikir.
Berpikir kritis adalah proses dari mengidentifukasi, mengoservasi, menganalisa, mengevaluasi, merefleksikan terus kita forming opinion base on information that we have, barulah decision making. Dan disini kita harus menjadi active learner, kita harus banyak cari informasi daripada hanya mendapat informasi dan udah gitu aja kelar.
Dan dalam membuat keputusan, berpikir kritis ini bukan untuk sekadar menentukan setuju atau tidak setuju, tapi untuk mengevaluasi masalah tersebut secara keseluruhan, selanjutnya memahamidan mempertimabangkan semua kemungkinan yang ada.
Kenapasih kita harus berpikir kritis?
1. Biar kita punya kemerdekaan dalam berpikir dan punya keputusan sendiri
2. Bikin
percaya diri sama opini kita sendiri karnya kita kan udah mereduksi bias yang
kita miliki
3. Kita
jadi lebih open minded (salah satu kata yang paling disukai sama orang jaman
sekarang di internet haha)
4. Memahami
nuance (meningkatkan functional literacy)
5. Terhindar
dari manipulasi
Gimana cara berpikir kritis?
1. berpikir objektif dan seadil mungkin terhadap suatu isu
2. menganalisa faktor yang terlibat
3. sadar atas kemungkinan adanya bias
4. melihat masalah dari berbagai sudut pandang
5. mengidentifikasi argumen lain
6. mengevaluasi argumen untuk menentukan apakah valid atau nggak.
7. memperhatikan efek dari argumen kita
Oiya, gak setiap waktu kita bisa berpikir kritis, cara berpikir kita juga sangat dipengaruhi oleh emotional state kita yang bisa fluktuatif (sedih, marah, bahagia). Intinya kita harus sadar akan bias supaya otak bisa ngasih sinyal kayak "nyet, kayaknya lo lagi gak rasional deh"
Intinya kita butuh latihan berpikir kritis setiap hari supaya kita makin bisa!
Komentar
Posting Komentar